AC Milan Diperingatkan UEFA soal Aturan FFP

Geliat AC Milan pada bursa transfer musim panas tahun ini tak perlu diragukan lagi, mereka bahkan sudah mendatangkan tak kurang dari 10 amunisi anyar dengan menghabiskan hampir 190 Juta Euro untuk aktivitas tersebut. Namun Rossoneri harus hati-hati , karena baru saja UEFA melayangkan peringatan terkait dengan regulasi financial fair play kepada klub Italia tersebut.

Seperti diketahui, UEFA memang telah menetapkan aturan Financial Fair Play atau yang kita kenal dengan istilah FFP sejak tahun 2014 silam. Lewat aturan ini, sebuah klub dilarang untuk membelanjakan uang mereka semena-mena, terutama jika pada akhirnya menelan kerugian dengan jumlah tertentu.

Klub-klub seperti Paris Saint-Germain, Manchester City dan Inter Milan sudah menjadi ’korban’ dari aturan financial Fair Play ini dan harus membayar sejumlah denda serta mengurangi pemain yang mereka kirimkan ke pentas Eropa.

Sementara AC Milan, seperti kita ketahui, baru saja diakuisisi oleh pemilik baru, dan mereka langsung melakukan pembelian yang besar pada bursa transfer musim panas tahun ini dengan total mendatangkan 10 amunisi anyar. Salah satunya adalah Bek Leonardo Bonucci yang ditebus dari Juventus dengan banderol 42 juta euro.

Karenanya, kepala FFP , Andrea Traverso, menegaskan kepada klub Italia tersebut, agar hati-hati dalam melakukan pembelanjaan, karena bisa saja Sanksi terkait regulasi FFP tersebut akan dijatuhkan kepada mereka jika terbukti bersalah.

“Milan tak akan menjadi sebuah pengecualian pada FFP karena tak ada klub yang menjadi pengecualian, Namun FFP merupakan kontrol di bagian akhir, kami tak bisa mengatakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan. Semua klub bebas berbelanja, kemudian ada konsekuensi di akhir jika kelewatan. Tentu, Milan tak bisa melakukan apa yang mereka mau, sekalipun melakukannya untuk kembali ke level tertinggi.”

“Kesepakatan sukarela ini untuk para pemegang saham baru, semua klub punya periode waktu empat tahun untuk menyeimbangkan pembukuan. Klub-klub harus bergerak ke arah pemulihan dan UEFA akan membuat penafsiran.”

“Jika persyaratan yang sudah kami terapkan tak sanggup mereka penuhi, kesepakatan sukarela tak bisa diberikan. Untuk sekarang kami belum tahu akan seperti apa saldo klub-klub Eropa, karena pembukuan periode ini baru akan berlangsung pada 2018 esok.” Demikian tutur Traverso, dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *